oleh

Mohamad Jupri : Hati-hati Bujuk Rayu Penawaran Narkoba dari Dunia Maya dan Internet

-BNN-4 views

EDITORNEWS.ID|| BALI – Dalam rangka penguatan pemahaman masalah narkoba di lingkungan pendidikan, instansi pemerintah dan masyarakat, Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN RI menggelar acara Bimbingan teknis P4GN selama tiga hari di wilayah Kuta, Bali, Rabu (30/9).

Dikatakan Direktur Peran Serta Masyarakat Drs. Mohamad Jupri, M.M, bahwa wilayah Provinsi Bali termasuk daerah yang berpotensi rawan narkoba karena merupakan destinasi wisata terbaik di dunia yang menjadi tujuan para wisatawan mancanegara.

Dengan potensi kerawanan inilah, dikhawatirkan para bandar dan sindikat narkoba bisa memanfaatkan celah masuk melalui jalur pariwisata untuk mengedarkan narkoba di Indonesia.

Drs. Mohamad Jupri, M.M dalam paparannya menyampaikan bahwa peredaran gelap narkoba saat ini sudah moderen dan maju, tidak lagi dengan menggunakan cara konvensional.
Saat ini para bandar dan sindikat narkoba telah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi melalui internet dan media sosial dalam melakukan peredaran gelap narkoba di masyarakat.

“Dosen dan Mahasiswa harus hati-hati, jangan sampai terbujuk rayu dengan penawaran narkoba melalui dunia maya dan internet,” ungkap Drs. Mohamad Jupri, M.M.

Saat diwawancara jurnalis Hanny Andhika dan Budi dari Tim Humas BNN RI, Direktur PSM Drs. Mohamad Jupri, M.M menerangkan bahwa ada tiga desa dan kelurahan di Provinsi Bali yang menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional karena masuk kedalam wilayah rawan narkoba, yaitu Desa Beraban di Tabanan, Kelurahan Seminyak dan di Kelurahan Kedongan.

Dijelaskan pula oleh Direktur PSM, saat ini dibutuhkan peran serta aktif dan kerjasama dari seluruh masyarakat yang didukung pemerintah daerah dalam menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Provinsi Bali khususnya di tiga wilayah tersebut.

“Diharapkan para bapak, ibu dan adik-adik penggiat P4GN yang mengikuti Bimtek kali ini, bisa lebih aktif lagi menekan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tiga wilayah tersebut,” pungkas Mohamad Jupri menutup wawancaranya. -ED
[Hanny//BK]

Komentar

News Feed