oleh

Gas Langka dan Mahal, Pertamina Sebut Masyarakat Terlalu Panik

-Berita-30 views

EDITORNEWS.ID||MERANGIN – Menyikapi kelangkaan dan tingginya harga Gas LPG 3 Kg saat ini, Pemerintah Kabupaten Merangin memanggil perwakilan Pertamina Jambi.

Selain Pertamina, mereka juga memanggil perwakilan agen yang menyuplai gas ke Pangkalan di Kabupaten Merangin.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Pj Sekda Kabupaten Merangin Hendri Maidalef tersebut menyimpulkan beberapa kesepakatan. Diantaranya akan menertibkan pangkalan nakal yang beroperasi di Kabupaten Merangin.

Hendri menyebut jika saat ini memang banyak ditemukan pangkalan nakal, untuk itu, pihaknya bersama Pertamina dan agen akan melakukan penertiban.

Katanya, selama ini pihaknya telah menertibkan dan memberikan sanksi beberapa pangkalan nakal tersebut.

Selain itu, untuk pemerataan gas agar tepat sasaran, pihaknya akan memberlakukan kartu kendali sehingga yang mendapatkan gas itu benar-benar orang yang berhak.

“Yang mendapatkan gas nantinya orang yang menerima PKH, BLT, UMKM dan masyarakat miskin lainnya,” kata Hendri, Rabu (4/11).

Saat ini belum semua desa di Kabupaten Merangin memiliki pangkalan gas. Dan ini merupakan satu penyebab tingginya harga gas, terutama di daerah yang jauh dari pusat Kota Bangko.

Menyikapi itu, mereka juga akan melakukan pemerataan dan berupaya untuk membentuk pangkalan gas di semua desa di Kabupaten Merangin.

“Kita upayakan nanti semua desa punya pangkalan gas,” tambahnya lagi.

Sementara itu, SBM Pertamina Jambi Moh Riza Rahmat Syah menyebut, pihaknya telah mendistribusikan gas ke Merangin sesuai dengan kebutuhan.

Namun demikian, dirinya mengakui jika saat ini ada beberapa pangkalan nakal, namun demikian pangkalan tersebut telah mereka tindak.

“Kami telah turun kelapangan. Kita berikan sanksi, sanksinya berupa pengurangan alokasi, tidak berikan alokasi bahkan ada yang PHO,” ungkap Riza.

Terkait gas yang sering langka di Pangkalan dan tak sampai sehari langsung ludes, Riza menyebut salah satu penyebabnya adalah masyarakat yang memborong, sehingga stok gas di pangkalan langsung habis.

“Masyarakat terlalu panik, jadi mereka ada yang ambil sampai tiga sekaligus. Dan ini termasuk pelanggaran,” terang Riza.

Jika masyarakat tidak panik, dirinya bisa memastikan jika di Pangkalan tersedia gas. Selain itu, pangkalan nakal juga menjadi penyebabnya.

Terpisah, Ketua LPKNI Kabupaten Merangin Sukarlan menyebut jika rapat yang dilakukan oleh pemerintah tidak relevan dan hanya serimonial belaka.

Dikatakan Sukarlan, selama ini pengawasan gas di Kabupaten Merangin sangat lemah dan itu diduga ada oknum yang bermain dibelakangnya.

“Rapat sudah sering dilakukan tapi permasalahan dilapangan tidak selesai juga,” kata Sukarlan pesimis.

Jika pemerintah dan Pertamina serius menangani hal ini, pastinya persoalan ini sudah lama selesai, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada penyelesaian.

“Katanya harga gas di Pangkalan itu sesuai HET. Itu hoaks, rata-rata pangkalan di Merangin menjual gas diatas HET,” imbuhnya.- ED

[rio//mrangin]

Komentar

News Feed