Divock Origi Sang Juru Selamat The Reds

0
3

Editornews.id, Jakarta – Menjelang laga leg kedua semi-final Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (8/5) dini hari WIB, para penggemar Liverpool mendapat kabar buruk. Mohamed Salah dan Roberto Firmino dipastikan tidak dapat bermain, padahal The Reds butuh setidaknya tiga gol untuk bisa lolos.

Saat itu mungkin para penggemar Liverpool sudah pasrah dengan nasib timnya, tetapi datanglah sang juru selamat bagi Liverpool, Divock Origi. Penyerang asal Belgia tersebut berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Barca.

Gol pertamanya dicetak dari jarak dekat pada menit ketujuh, usai Jordi Alba melakukan kesalahan. Sedangkan gol keduanya merupakan hasil kerjasama cerdik dengan Trent Alexander-Arnold lewat skema sepak pojok. Gol yang dicetak di hadapan tribun The Kop tersebut berhasil menjadi penentu kelolosan Liverpool.

Baca Juga:  Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Ini bukan kali pertama Origi menyelamatkan Liverpool pekan ini. Dia juga menjadi penentu kemenangan 3-2 The Reds di kandang Newcastle United, Minggu (5/5) dini hari. Berawal dari tendangan bebas Xherdan Shaqiri, dia berhasil menyundul bola melewati Martin Dubravka dan menjaga asa Kopites untuk menjuarai Liga Primer Inggris.

Nama Origi juga sempat dielukan publik Anfield ketika menjadi pencetak gol kemenangan dalam Derby Merseyside lima bulan lalu. Pemain 24 tahun tersebut berhasil memanfaatkan bola muntah hasil kesalahan Jordan Pickford dalam mengantisipasi tendangan Virgil Van Dijk di menit ke-96.

Di balik kisah bak negeri dongeng, perjalanannya musim ini tidaklah mudah. Meski Jurgen Klopp tidak merekrut penyerang tambahan, Origi hanyalah penyerang pilihan ketiga di awal musim. Bahkan dia juga sempat dimainkan bersama Liverpool U23 untuk menjaga kebugaran.

Baca Juga:  Saat Bepe Kehilangan Medali Juara Piala Presiden

Wajar jika para penggemar juga sempat meragukannya. Pada musim sebelumnya dia tampil inkonsisten ketika dipinjamkan ke Vfl Wolfsburg. Diharapkan mampu jadi ujung tombak klub, Origi tidak mampu mengangkat performa klub. Bahkan Wolfsburg butuh dua laga playoff menghadapi Holsten Kiel agar mampu bertahan di Bundesliga.

Dalam 36 penampilan bersama Die Wolfe, Origi hanya mampu menciptakan tujuh gol. Dia bahkan sempat absen mencetak gol dalam 13 pertandingan beruntun di putaran kedua. Akibatnya, Origi harus rela dicoret dari skuat Belgia untuk Piala Dunia 2018.

Kunci kebangkitan Origi musim ini adalah efektivitas. Meski tidak mendapat banyak menit bermain, dia selalu muncul untuk ketika dibutuhkan tim. Musim ini mantan pemain Lille tersebut mampu mencetak enam gol hanya dari 577 menit di lapangan.

Baca Juga:  Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

Jadi, berdasarkan statistik Origi merupakan penyerang paling eektif yang dimiliki The Reds. Dia berhasil mencetak satu gol setiap 96,16 menit, catatan tersebut lebih baik dibandingkan milik Roberto Firmino (209,25 menit), Sadio Mane (172,04 menit), dan Mohamed Salah (160,07 menit).

Berkat efektivitas sang juru selamat, Liverpool masih punya kans untuk merebut gelar ganda musim ini. Sementara itu nama Origi akan selalu terpatri di hati para Kopites, meski kita semua tidak tahu apakah dia masih akan bertahan di Anfield musim depan.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here