Ini Yang Diharapkan Andrianto Kepada Tokoh Malari Hariman Siregar

0
10
Andrianto saat ditemui Redaksi di Rumah Perjuangan Rakyat, Jumat (3/5/2019). Foto Dok Editornews.id.

Editornews.id, Jakarta – Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto Sip menjelaskan apa yang menjadi tujuan digelarnya panggung terbuka di Rumah Perjuangan Rakyat di Jalan Proklamasi no.36 jakarta Pusat, Jumat petang, (3/5/2019). Menurut dia ada dua tema besar yang diangkat dalam panggung terbuka ini.

Yang pertama adalah bentuk keprihatinan dengan meninggalnya ratusan petugas KPPS dan aparat Kepolisian, Kedua adalah dengan menghadirkan Tokoh Malari, Hariman Siregar yang diharapkan dapat mencari solusi di tengah situasi panas pilpres 2019 yang diduga penuh kecurangan dan berpotensi memecah belah NKRI, mengancam integrasi bangsa.

“Acara yang sedang berlangsung ini adalah bentuk keprihatinan dengan meninggalnya petugas penyelenggara pemilu, seperti petugas KPPS, aparatnya dan sebagainya,” Ujar Andrianto saat ditemui redaksi di Rumah Perjuangan Rakyat, Jumat malam, (3/5/2019).

Baca Juga:  Pemilu Paling Jelek, Betul-Betul Curang! Kata Rizal

Dengan banyaknya petugas yang meninggal mencapai hampir 500 petugas KPPS, ditambah petugas yang sakit dan sedang di opname yang mencapai ribuan orang, Andrianto meminta pihak berwenang penyelenggara pemilu tidak mengecilkan persoalan ini.

Andrianto juga mendesak pemerintah dan Komnas HAM membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menyelidiki kematian para petugas penyelenggara pemilu ini. Banyak pihak yang meragukan jika kematian para petugas itu karena faktor kelelahan.

17 Pengusaha Muslim, Siapkan Dana 100 Milyar yang Bisa Membuktikan Kecurangan 01

Dia membandingkan dengan penyelenggaraan pemilu sebelumnya yang sukses dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga:  Andrianto Minta Komnas HAM Selidiki Kematian Ratusan Petugas KPPS

“kalau cuma faktor kelelahan, (kenapa) pemilu-pemilu sebelumnya tidak menimbulkan korban jiwa?” Kata Andrianto.

Sementara Untuk Tema kedua, Andrianto menjelaskan, Rumah Perjuangan Rakyat mengundang langsung Tokoh bangsa sekaligus aktifis senior dalam pergerakan, yakni Hariman Siregar. Tokoh yang juga dikenal dalam peristiwa Malari ini menurut Andrianto adalah tokoh independen yang tetap konsisten di jalur demokrasi dan tetap menjaga integritas independensinya.

Andrianto berharap, Hariman Siregar mampu menjadi tokoh penengah bagi situasi bangsa yang saat ini rentan terpecah dalam dua kubu besar.

“Kita membutuhkan simbol yang dapat menjadi magnet terhadap situasi nasional yang ada saat ini. Menjadi penyeimbang. Kita tidak bisa membayangkan, pilpres ini kan sedemikian kerasnya, menjadikan dua kutub yang saling berhadap-hadapan, kutub Jokowi dan Kutub Prabowo. Dan ini kan tidak ada kompromi nampaknya yang terjadi di lapangan. Buat Kami ini situasi yang membahayakan. Menuju keterbelahan,” Kata dia.

Baca Juga:  Pertemuan Jenderal-Jenderal di Kertanegara, Siap Mengawal Kedaulatan Rakyat

“Jika situasi itu terus terjadi, bisa mengancam integrasi bangsa, mengancam NKRI secara keseluruhan,” Terang Andrianto.

Oleh karena itulah Rumah Perjuangan Rakyat khusus mengundang Tokoh bangsa, Hariman Siregar untuk mencari solusi atas apa yang terjadi pasca pemilu 2019 ini. “Jadi kami mengundang Bang Hariman untuk, bagaimana sih pas aksinya? bagaimana formulanya? bagaimana situasinya? apakah ada jalan keluarnya? Menurut hemat kami, bang Hariman bisa kita mintakan ilmunya.” Tandas Andrianto SIP.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here