Andrianto Minta Komnas HAM Selidiki Kematian Ratusan Petugas KPPS

0
15
Andrianto SIP dari Presidium Persatuan Pergerakan. (Foto Istimewa)

Editornews.id, Jakarta – Sejumlah eksponen dan tokoh-tokoh bangsa yang tergabung di Rumah Perjuangan Rakyat di Jalan Proklamasi no.36 Jakarta Pusat menggelar panggung keperihatinan atas banyaknya korban jiwa dalam perhelatan Pemilu 2019 dan maraknya dugaan kecurangan yang terstruktur, tersistem dan masif.

Andrianto SIP dari Presidium Persatuan Pergerakan menerangkan acara yang digelar hari ini menghadirkan dua tema besar, pertama, sebagai bentuk keprihatinan dengan banyaknya petugas penyelenggara pemilu seperti petugas KPPS dan kepolisian yang meninggal dunia.

“Acara yang sedang berlangsung ini adalah bentuk keprihatinan dengan meninggalnya petugas penyelenggara pemilu, seperti petugas KPPS, aparatnya dan sebagainaya,” Ujar Andrianto saat ditemui redaksi di Rumah Perjuangan Rakyat, Jumat malam, (3/5/2019).

Dengan banyaknya petugas yang meninggal mencapai hampir 500 petugas KPPS, ditambah petugas yang sakit dan sedang di opname yang mencapai ribuan orang, Andrianto meminta pihak berwenang penyelenggara pemilu tidak mengecilkan persoalan ini.

Baca Juga:  Bawaslu & DKPP Harus Tetapkan Pemilu 2019 Sebagai Pemilu Curang!

“Buat kami, nyawa itu sangat berarti sekali, jangankan 500 (orang), 1 nyawa saja, sangat berarti kan, kita jangan mengecilkan soal ini. Kita mau, diluar dari proses pemilu, ini harus diselidiki secara tuntas,” Ujar Andrianto.

“Dalam hal ini, pemerintah atau Komnas HAM harus membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) menyelidiki, kenapa (Petugas KPPS dan Aparat Kepolisian) bisa meninggal sedemikian banyak,” Kata Andrianto.

Dia meragukan jika kematian para petugas itu karena faktor kelelahan. Dia membandingkan dengan penyelenggaraan pemilu sebelumnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “kalau cuma faktor kelelahan, (kenapa) pemilu-pemilu sebelumnya tidak menimbulkan korban jiwa?” Kata Andrianto.

Menurut dia, proses penyelidikan itu penting, sebab pemilu 2019 ini sudah banyak ‘bolong-bolongnya’, sudah banyak cacat-cacatnya (Kecurangan.red). Ditambah lagi kasus ini. “Ini kan sudah menjadi semacam wabah nasional sampai ratusan nyawa melayang,” Katanya.

Bawa Ribuan Form C1, Polisi Amankan Sebuah Mobil di Kawasan Menteng

Oleh karena itulah, Rumah Perjuangan Rakyat menggelar panggung bebas sebagai bentuk keperihatinan atas meninggalnya ratusan petugas penyelenggara pemilu.

Baca Juga:  Ketua Persepi Angkat Bicara Soal Tuduhan KPU Curang dan Meninggalnya Petugas KPPS

Sementara Untuk Tema kedua, Andrianto menjelaskan, Rumah Perjuangan Rakyat mengundang langsung Tokoh bangsa sekaligus aktifis senior dalam pergerakan, yakni Hariman Siregar. Tokoh yang juga dikenal dalam peristiwa Malari ini menurut Andrianto adalah tokoh independen yang tetap konsisten di jalur demokrasi dan tetap menjaga integritas independensinya.

Andrianto berharap, Hariman Siregar mampu menjadi tokoh penengah bagi situasi bangsa yang saat ini rentan terpecah dalam dua kubu besar.

“Kita membutuhkan simbol yang dapat menjadi magnet terhadap situasi nasional yang ada saat ini. Menjadi penyeimbang. Kita tidak bisa membayangkan, pilpres ini kan sedemikian kerasnya, menjadikan dua kutub yang saling berhadap-hadapan, kutub Jokowi dan Kutub Prabowo. Dan ini kan tidak ada kompromi nampaknya yang terjadi di lapangan. Buat Kami ini situasi yang membayakan. Menuju keterbelahan,” Kata dia.

Baca Juga:  Pertemuan Jenderal-Jenderal di Kertanegara, Siap Mengawal Kedaulatan Rakyat

“Jika situasi itu terus terjadi, bisa mengancam integrasi bangsa, mengancam NKRI secara keseluruhan,” Terang Andrianto.

Oleh karena itulah Rumah Perjuangan Rakyat khusus mengundang Tokoh bangsa, Hariman Siregar untuk mencari solusi atas apa yang terjadi pasca pemilu 2019 ini. “Jadi kami mengundang Bang Hariman untuk, bagaimana sih pas aksinya? bagaimana formulanya? bagaimana situasinya? apakah ada jalan keluarnya? Menurut hemat kami, bang Hariman bisa kita mintakan ilmunya.” Tandas Andrianto SIP. (Huge/Editornews)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here